بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله رب العالمين وصلاته وسلامه على سيدنامحمد أشرف المرسلين وخاتم النبيين وعلى آله الطيبين وأصحابه الطاهرين أجمعين. أمابعد
ADAB BERTEMAN DENGAN ALLAH
1. Menundukkan kepala dan memejamkan mata
2. Mengumpulkan himmah (Cita-cita)
3. Selalu diam
4. Tenangnya anggota badan
5. Menyegerakan perintah
6. Menjauhi larangan.
7. Sedikit I'tirodl (menentang) atas ketentuan Allah.
8. Selalu dzikir kepadanya.
9. Menetapi berfikir.
10. Mendahulukan hal-hal yang haq atas yang bathil
11. Putus asa dari pertolongan makhluq
12. Khudlu' (Mersa hina diri) dibawah haibah / rasa takut
13. Inkisar ( merasa pecahnya hati) dibawah rasa malu
14. Tenang dari tipu daya kasab karena percaya kepada tanggungan Allah dan pasrah atas keutamaan Allah karena mengetahui dengan bagusnya usaha. (kitab Bidayatulhidayah kagunganifun syekh Muhammad al-ghozali)
ADAB ANAK KEPADA KEDUA ORANG TUANYA
1. Mendengarkan omongannya
2. Berdiri karena menghormatinya
3. Menuruti perintahnya
4. Jangan berjalan dihadapannya
5. Jangan meninggikan suara diatas suaranya
6. Memenuhi panggilannya
7. Haus akan ridonya
8. Merendahkan diri kepadanya
9. Jangan mengundat-undat kebaikan (menyebut-nyebut kebaikan) dan jangan mengundat-ngundat telah melaksanakan perintahnya
10. Jangan melihatnya dengan pandangan marah.
11. Jangan cemberut dihadapannya
12. Jangan pergi kecuali mendapat Idzinnya. (kitab bidayatulhidayah kagunganifun syekh Muhammad al-ghozali)
BERTEMAN DAN BERSAHABAT
Syarat-Syarat berteman
1. Beraqal
2. Bagus budi pekertinya
3. Baik dan benar ucapannya
4. Tidak cinta dunia
5. Jujur
ADAB BERTEMAN
1. Mendahulukan orang lain dalam masalah harta
2. Menolong dengan jiwa dalam masalah kebutuhan dengan cepat tanpa diminta
3. Menyembunyikan rahasia, menutupi cacat, tidak menyampaikan cacian orang yang menjelekan temannya.
4. Menyampaikan apa-apa yang menyenangkannya dari pujian-pujian orang kepadanya, bagusnya mendengarkan ketika diajak bicara, tidak berdebat.
5. Memanggil dengan nama yang paling ia senangi, dan memuji dengan kebagusan yang ia miliki, bersyukur atas perbuatanya dalam memenuhi haknya, dan melebur kejelekan yang menimpa atas temannya ketika ia tidak ada jika menyinggung harga dirinya sebagaimana melebur atas dirinya dan menasehatinya dengan halus jika ia membutuhkannya
6. Mengampuni kekeliruan dan kesalahanya dan jangan mempersulitnya
7. Mendoakannya didalam kholwatnya baik masih hidup atau setelah mati
8. Membaguskan memenuhi haknya kepada keluarganya dan kerabat-kerabatnya.
9. Mendahulukan meringankan orang lain maka jangan memberatkannya maka ia akan senang hatinya dan menampakkan kesenangan dikala ia senang, dan merasa susah dikala ia mendapat susah.
10. Mendahulukan salam ketika bertemu dan meluaskan tempat duduknya
11. keluar karena dia dan mengiringnya ketika ia bangun
12. Diam ketika ia bicara hingga selesai dan jangan masuk kedalam omongannya
Kesimpulannya : bergaul dengan apa yang membuat ia senang untuk bergaul dengannya. (kitab Bidayatulhidayah kagunganifun syekh Muhammad al-ghozali)
ADAB BERTEMAN DENGAN ORANG AWAM (BODO)
1. Tidak masuk kedalam obrolannya
2. Sedikit mendengarkan
3. Melupakan apa-apa yang terlaku dari ucapan-ucapan jeleknya
4. Menjaga dari banyak bertemu mereka dan dari butuh kepada mereka
5. Mengingatkan atas kemunkarannya dengan halus dan menasehatinya ketika mereka diharapkan menerimanya. (kitab bidayatulhidayah kagunganifun syekh Muhammad al-ghozali)
ADAB PELAJAR PADA DIRINYA
1. Membersihkan hatinya dari segala kotoran hasud dendam aqidah yang jelek dan jeleknya budi pekerti
2. Membaguskan niat dalam mencari ilmu
3. Menyegerakan menghasilkan ilmu pada masa muda dan sepanjang umurnya
4. Menerima pakaian dan makanan seadanya
5. Membagi waktu siang dan malam dan mendapatkan kesempatan dalam umurnya, waktu yang paling baik untuk menghafal waktu sahur, untuk membahats ilmu: waktu pagi, untuk menulis : waktu siang, Untuk muthola'ah dan mudzakaroh : malam hari
6. Sedikit makan dan minum
7. waro' dan hati-hati dalam segala halnya, dan meneliti kehalalanya dalam segala sesuatu
8. Menyedikitkan makanan-makanan yang menyebabkan bodoh dan lemahnya panca indra, seperti apel masam, minum cuka, dan makanan yang menyebabkan dahak dan menjauhi makanan yang menimbulkan lupa
9. Menyedikitkan tidur selagi tidak bahaya pada badan dan otaknya
10. Meninggalkan pergaulan. (kitab Adabul 'Alim walmuta'allim kagunganifun KH. Hasyim Asy'ari)
ADAB PELAJAR KEPADA GURUNYA
1. Memulai belajar dengan penghormatan dan salam
2. Sedikit bicara dihadapannya
3. Tidak bicara selagi tidak diminta gurunya
4. Jangan bertanya selagi tidak diberi izin
5. Jangan berkata untuk menentang ucapannya
6. Jangan berIsyarah dengan selain pendapatnya maka ia dikira lebih Alim dari gurunya
7. Jangan bermusyawaroh dengan teman duduknya dan jangan tersenyum ketika mengajak berbicara kepada guru.
8. Jangan menengok kesamping tapi duduk dengan menundukkan kepala, diam dan beradab seolah dalam sholat.
9. Jangan banyak bertanya sa'at guru sedang bosan.
10. Jika guru berdiri maka berdiri untuk menghormatinya.
11. Jangan membuntuti/menirukan ucapannya, dan pertanyaannya.
12. Jangan bertanya dijalan tapi tunggu sampai guru ke rumahnya.
13. Jangan buruk sangka kepada Guru. (kitab Bidayatulhidayah kagunganifun syekh Muhammad al-ghozali)
ADAB PELAJAR KEPADA GURUNYA
1. Mendahulukan melihat dengan hormat, istikhoroh kepada Allah dari siapa ia mengambil ilmu, dan berusaha sebaik-baiknya Akhlaq dan Adab
2. Bersungguh-sungguh keadaan gurunya yang mempuni keilmuannya dan orang yang terpercaya pada zamannya
3. Pasrah kepada gurunya dalam segala masalahnya jangan keluar dari pendapat guru dan aturannya, bahkan harus seperti orang sakit kepada dokternya
4. Melihat Guru dengan pandangan memulyakan dan mengagungkan
5. Mengetahui haknya dan jangan lupa keutamaanya, dan harus mendoakan gurunya semasa hidup dan setelah wafatnya
6. Sabar atas kekerasan yang timbul dari guru atau kejelekan akhlaqnya
7. Jangan masuk kepada guru diselain tempat yang biasa, kecuali dengan seizinnya
8. Duduk dihadapan guru dengan penuh adab sebagaimana duduk dalam tasyahhud atau duduk bersila dengan rendah diri dan tenang
9. Berbicara kepada Guru dengan bahasa yang baik dengan kadar yang memungkinkan
10. Jika mendengar dari guru suatu ilmu atau faidah yang ia telah mengetahuinya maka dengarkanlah dengan penuh hikmah seolah-olah ia belum tahu
11. Jangan mendahului guru kepada keterangan masalah atau menjawab sual jangan mendahuluinya dan jangan memotong ucapannya.
12. Jika memberikan sesuatu kepada guru maka dengan tangan kanan, jika pisau maka jangan mata pisau yang diberikan tetapi gagangnya. (kitab Adabul 'Alim walmuta'allim kagunganifun KH. Hasyim Asy'ari)
ADAB PELAJAR TERHADAP PELAJARANNYA
1. Mendahulukan Fardlu ain, maka kesimpulannya ada empat ilmu :
a. 'Ilmu dzat yaitu meyaqini sesungguhnya Allah itu ada dan dahulu
b. 'Ilmu sifat yaitu meyaqini sesungguhnya Allah bersifat qudrot, Irodat dst.
c. 'Ilmu fiqih yaitu cukup apa-apa yang bisa membuat tho'at seperti thoharoh,
sholat puasa, haji dll
d. 'Ilmu khal dan maqom dan tipuan jiwa dan sandupayanya
2. Belajar kitab Allah (qur'an)
3. Pada permulaan belajar jauhkan belajar persilisihan pendapat ulama,
4. Benarkan dulu apa-apa yang ia baca sebelum dihafalkan
5. Mendahulukan mendengarkan 'ilmu apalagi hadits
6. Jika menerangkan hadits yang diringkas dan menghafal apa-apa yang ada didalamnya baik kemusykilan atau faidah-faidah yang penting maka pindah kepada membahats yang lebih panjang penjelasannya
7. Bbersungguh-sungguh menetapi khidmat (melayani) guru dengan semangat.
8. Jika datang ke majlis (tempat belajar) maka memberi salam kepada hadirin
9. Menetapi kelakuan gurunya dalam belajar dan memmbaca sebisa mungkin, dan Tidak malu bertanya terhadap apa yang belum ia faham
10. Menjaga gilirannya, jangan mendahului giliran yang lebih dulu.
11. Duduk dihadapan guru dengan sangat sopan, membawa kitab yang akan dipelajari, jangan meletakkannya dibumi ketika membaca, jangan membaca kecuali setelah izin guru
12. Menetapi mengaji atas satu kitab sehingga ia tidak meninggalkannya dengan hampa, dan atas satu fan ilmu sehingga tidak sibuk dengan fan yang lain sebelum menguasai fan yang awwal
13. Senang dan semangat mencari 'Ilmu. (kitab Adabul 'Alim walmuta'allim kagunganifun KH. Hasyim Asy'ari)
ADAB PELAJAR
Menurut kitab Bustanul'arifin
Membenarkan Niatnya agar bermanfaat ilmu yang ia pelajari dan memberi kemanfaatan kepada orang yang mengambil ilmu darinya, jika ingin membenarkan niatnya maka butuh 4 niat: yaitu :
1. Niat keluar dari kebodohan
2. Niat memberi kemanfaatan kepada makhluq
3. Niat menghidupkan agama sebab jika orang-orang meninggalkan belajar maka ilmu hilang
4. Niat untuk mengamalkannya.
Dan sebaiknya bagi pelajar mencari ilmu karena Allah dan darul Achiroh, maka sesungguhnya ia akan mendapatkan dua perkara :
من كان يريد حرث الآخرة نزد له فى حرثه ومن كان يريد حرث الدنيانؤته منها وماله فى الآخرة من نصيب, وروى زيدبن ثابت عن النبى صلى الله عليه وسلم أنه قال: من كانت نيته الدنيا فرق الله عليه أمره وجعل فقره بين عينيه ولم يأته فى الدنيا إلاماكتب الله له, ومن كانت نيته الآخرة جمع الله شمله وجعل غناه فى قلبه وأتته الدنيا وهى راغمة.
Jika tidak mampu untuk membenarkan niat maka yang belajar lebih utama dari pada meninggalkannya. Karena jika mempelajari ilmu maka maka ia diharapkan untuk membenarkan niat.
* Sebaiknya pelajar jangan meninggalkan sesuatu dari fardlu, atau mengakhirkan dari waktunya,
* Sebaiknya pelajar jangan menyakiti seseorang karena ilmu maka akan hilang berkah ilmunya.
* Sebaiknya pelajar jangan pelit dengan ilmunya, jika seseorang meminjam kitab, atau jika dimintai tolong untuk memberi kefahaman suatu masalah atau lainnya, maka jangan pelit, sebab tujuan belajar awalnya memberi kemanfaatan kepada makhluq pada masa yang akan datang maka tidak sebaiknya mencegah kemanfaatan dimasa sekarang.
Abdulloh bin Mubarok bersabda : Siapa bakhil (pelit) dengan ilmunya maka dicoba dengan salah satu dari tiga masalah : adakalanya mati maka hilang ilmunya, atau dicoba dengan sulton yang sangat dzolim, atau dicoba dengan lupa ilmu yang telah dihafalnya.
* sebaiknya pelajar menghormati ilmunya maka janganlah meletakkan kitab ditas tanah, jika ingin memegang kitab disunnhkan dalam keadaan suci
* Sebaiknya pelajar rela dengan penghidupan yang rendah tanpa meninggalkan bagian dirinya dari makan minum dan tidur.
* Sebaiknya pelajar mensedikitkan berteman dan bergaul juga berteman dengan wanita, dan janganlah sibuk dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.kata pepatah siapa yang sibuk dengan hal-hal yang tidak bermanfaat maka ia melakukan hal yang tidak bermanfaat.
* Sebaiknya pelajar melanggengkan menderes, dan mengingat pelajarannya bersama temannya atau sendirian. Dalam Al-quran : يايحيى خذالكتاب بقوة artinya pelajarilah kitab dengan giat dan bersungguh-sungguh.
* Sebaiknya bagi pelajar jika terjadi pertengkaran atau permusuhan dengan temannya maka lakukanlah dengan halus dan ucapan yang lembut agar membedakan antara pelajar dan orang bodo.
* Sebaiknya pelajar mengagungkan gurunya maka sesungguhnya mengagungkan guru itu tampak barokah ilmu didalamnya. Jika tidak menghormatinya atau merendahkannya maka hilanglah barokah ilmu darinya
* Sebaiknya pelajar berkasih sayang kepada manusia karena dikatakan,
خير الناس من يدارى وشر الناس من يمارى artinya sebaik-baik manusia orang kasih sayang, dan sejelek-jelek manusia orang yang bertengkar.
Dikatakan pelajar mendapat kemanfaatan dengan ucapan gurunya jika pada pelajar ada tiga perkara:
1. Tawadlu'(Rendah diri) 2. alkhirshu (cinta belajar) 3. menghormati gurunya
Maka dengan tawadlu'nya (rendah dirinya) mendapat kesuksesan dalam mencari ilmu, dengan cintanya kepada ilmu ia dan dengan menghormati gurunya ia dikasihi ulama (guru).24 Bustanul'arifin
ADAB GURU
1. Membetahkan Diri
2. Sabar dalam segala hal
3. Duduk dengan berwibawa dengan diam dan tenang serta menundukkan kepala
4. Tidak sombong atas semua Makhluk kecuali kepada orang yang berbuat dzolim untuk mencegah kedzoliman.
5. Mendahulukan orang lain dalam tawadldlu' dalam perkumpulan dan majlis.
6. Meninggalkan bergurau
7. Mengasihi murid dan menelateni murid yang lambat kefahamannya
8. Membagusi murid yang bodoh dengan petunjuk yang baik.
9. Tidak memarahi Anak yang bodo.
10. Tidak malu mengucapkan saya tidak tahu
11. Memalingkan cita-cita kepada penanya dan memahamkan pertanyaannya
12. Menerima khujjah / debat.
13. Pasrah kepada kebenaran dengan kembali kepadanya saat hafwah
14. Mencegah murid dari belajar ilmu yang membahayakan
15. Mencegah murid Dari menginginkan 'Ilmu yang bermanfa'at tidak karena Allah.
16. Mencegah murid sibuk dengan 'Ilmu fardlu kifayah sebelum selesai fardlu 'Ainnya, dan fardlu 'ainnya adalah membersihkan dzohir dan bathinnya dengan taqwa
17. Menuntut dirinya dulu dengan taqwa agar pada awalnya murid mengikuti dengan perbuatannya kemudian dari ucapannya. (kitab Bidayatulhidayah kagunganifun syekh Muhammad al-ghozali)
ADAB GURU TERHADAP DIRINYA ada 20 adab
1. Selalu menetapi Allah dalam keadaan sunyi dan ramai
2. Menetapi takut kepada Allah dalam segala keadaannya
3. Tenang
4. waro' (tidak memakan makanan yang syubhat)
5. Khusu' kepada Allah
6. Tawadldlu' (Rendah diri)
7. Bergantung kepada Allah dalam segala urusannya
8. Jangan menjadikan 'ilmu segala tangga perantara untuk mendapatkan tujuan dunyawi
9. Jangan mengagungkan anak-anak dunia kecuali untuk kemaslahatan
10. Berlaku zuhud (tidak cinta dunia) dan mensedikitkan benda dunia dengan kadar kebutuhannya
11. Menjauhi kasab yang rendah dan hina secara watak, dan yang dibenci secara Adat dan syariat
12. Menjauhi tempat-tempat yang dicurigai walaupun jauh
13. Menjaga melaksanakan syiar islam dan dzohirnya hukum, seperti melaksanakan sholat dimasjid berjama'ah, menebarkan salam, amar ma'ruf nahi mungkar, sabar atas rasa sakit, menyatakan kebenaran didepan orang besar, menyerahkan dirinya kepada Allah tidak takut atas celaan orang yang mencela
14. Melaksanakan masalah-masalah agama dan yang mengandung kemaslahatan syari'at seperti menampakkan sunnah dan memusnahkan bid'ah
15. Menjaga sunnah-sunnah syari'at, seperti menetapi membaca qur'an, dzikir dengan hati dan lidah, juga do'a-do'a dan dzikir-dzikir, sholat puasa dan haji jika mampu juga membaca sholawat
16. Bergaul dengan sesama manusia dengan akhlaq yang mulia, seperti dengan wajah yang berseri, menebarkan salam, memberi makanan, menahan marah, tidak menyakiti orang lain, dan menerima kesabaran jika disakiti orang lain, mendahulukan orang lain dalam masalah dunia, tidak ingin menjadi pemimpin, berjalan dalam memenuhi kebutuhan orang lain, mengasihi orang faqir, cinta kepada tetangga dan kerabat, menyayangi murid menolongnya dan membagusinya.
17. Mensucikan dzohir dan bathinnya dari Akhlaq yang jelek. Diantara Akhlaq yang jelek adalah hasud(iri hati), pemberontak, benci tidak karena Allah, menipu, sombong, riya (ingin mendapat pujian orang lain), ujub (membanggakan diri), sum'ah (ingin didengar orang), pelit, tamak (rakus), khuyala (merasa besar diri), bersenang-senang masalah dunia, berhias untuk manusia, cinta pujian dari orang lain, buta dari cacat dirinya, sibuk dengan cacat orang lain, ghibah (mencertakan orang lain yang tidak di senangi) mengadu domba, bohong, dusta, menghina manusia, ucapan kotor. Diantara obat hasud adalah mikir-mikir sesungguhnya ia menentang hukum Allah, Obat ujub adalah : mengingat sesungguhnya ni'mat-ni'mat yang diberikan kepadanya adalah fadlol ( keutamaan ) dari Allah, dan AmanatNya yang harus dijaga dengan semestinya dan Allah yang memberinya mampu untuk menghilangkannya, Obat Riya adalah berfikir sesungguhnya makhluq tidak bisa memberikan kemanfaatan dan kemadlorotan (bahaya).diantara Akhlaq yang diridloi adalah banyak tobat, ikhlas, yaqin, taqwa, sabar, ridlo terhadap ketentuan Allah, qonaah (menerima dengan lapang dada segala pemberian dari Allah), Zuhud (tidak cinta dunia), tawakkal ( pasrah diri kepada Allah) Tafwidl (berserah diri kepada Allah), bagusnya hati, baiknya perasangka, mensyukuri nikmat, menyayangi makhluq Allah, merasa malu kepada Allah dari manusia, takut kepada Alah, mengharap kasih sayang Allah, cinta kepada Allah
18. Selalu rakus atas bertambahnya 'Ilmu dan 'Amal dengan tetap giat dan bersungguh-sungguh, menetapi wadzifah wirid, jangan menyia-nyiakan waktu dari umurnya
19. Tidak mencegah dari mengambil kemanfa'atan Ilmu yang ia belum tahu dari orang sebawahnya, bahkan rakus atas ilmu dimanapun ia berada, sebab hikmah('ilmu yang bermanfa'at) itu adalah barang hilangnya orang mu'min maka ambillah dimanapun ia berada.
20. Sibuk dengan mengarang, menyusun dan mengumpulkan masalah-masalah yang masih berkaitan dengan pelajaran jika memang ahli, maka sesungguhnya ia melihat atas haqiqotnya fan ilmu dan lembutnya kefahaman sebab butuh kepada banyaknya penelitian dan mutholaah.(kitab Adabul 'Alim walmuta'allim kagunganifun KH. Hasyim Asy'ari)
ADAB GURU TERHADAP MURIDNYA ada 14 adab
1. Bertujuan mengajar dan mendidiknya karena Allah, dan menyebarkan ilmu,menghidupkan syari'at, selalu menampakkan kebenaran, dan menutup kebathilan, dan melamggengkan membagusi ummat dengan banyaknya ulama,
2. Tidak mencegah mengajar murid sebab tidak adanya keikhlasan
3. Mencintai muridnya seperti mencintai dirinya
4. Memberi keterangan dengan keterangan yang mudah dimengerti
5. Sangat senang memberi pengajaran dan kefahaman dengan giat dan pengertian yang mudah dimengerti tanpa keterangan yang banyak yang tidak bisa ditangkap aqal, dan keterangan yang panjang keterangannya yang tidak mampu untuk dihafal.
6. Menuntut murid dalam sebagian waktu untuk mengulangi hafalannya, dan mengetestes hafalanya juga mencoba dengan soal-soal.
7. Jika pelajar menuntut ilmu diatas tuntutannya keadaannya, atau diatas kemampuannya dan guru khawatir pelajar bosan maka guru harus memberi wasiat dengan halus.
8. Jangan menampakkan kepada para siswa mengunggulkan sebagiannya atas sebagian yang lain dihadapannya dalam masalah kasih sayang dan perhatian serta sama dalam sifat baik umur, keutamaan segi agama atau menghasilkan.
9. Mengasihi hadirin dan menyebutkan orang yang ghoibnya dengan baik dan pujian yang bagus. dan mengetahui nama-namanya, Nasabnya, tanah airnya, asalnya (orang tuanya), banyak mendoakan baik kepada murid-muridnya, meneliti tingkah lakunya, adab dan akhlaqnya dzohir dan bathin.
10. Guru meneliti pergaulan sebagian murid atas sebagian yang lain, dalam menebarkan salam, bagusnya omongna dalam berbicara, saling kasih sayang, menolong kebaikan dan taqwa.kesimpulannya : sebagaimana guru mengajarkan tentang agamanya maka guru mengajarkan masalah dunianya untung bergaul dengan manusia agar sempurna keutamaan keduanya Dunia dan Akherat.
11. Guru memberikan kemaslahatan kepada muridnya, mengumpulkan hatinya, menolongnya sebisanya baik pangkat atau harta ketika ia mampu, dan tidak dlorurot.
12. Jika sebagian murid tidak hadir maka tanyakan keadaannya dan dari orang yang berhubungan dengannya maka jika tidak ada yang bisa memberi kabar maka mengutus seseorang kepadanya atau mendatangi sendiri rumahnya dan itu lebih utama. Jika murid sakit maka tengoklah, jika ia sedang susah maka haluskanlah ia.
13. Rendah diri kepada murid yang melaksanakan kewajiban haq-haq Allah, dan haq-haqnya dan bersikap halus dan berlapang dadalah kepadanya
14. Ajak bicaralah semua murid apalagi yang utama dan memanggilnya dengan panggilan yang paling disenangi, dan melapangkan murid jika bertemu dan jika menghadap, menghormatinya ketika duduk bersama, menyenangkannya dengan menanyakan keadaannya, dan keadaan orang yang berhubungan dengannya setelah menjawab salam dan menghadapinya dengan wajah yang berseri-seri dan menampakkan kesenangan dan bagusnya kasih sayang dan penghormatan harus lebih pada orang yang luas kebahagiaanya dan tampak bagusnya.(kitab Adabul 'Alim walmuta'allim kagunganifun KH. Hasyim Asy'ari)
ADAB GURU TERHADAP PELAJARANNYA
Yaitu ada 5 adab
1. Sebaiknya bagi pelajar yang ingin mendapatkan kitab yang dibutuhkan kepadanya dengan sebisa mungkin baik membeli, menyewa atau meminjam sebab itu adalah alat untuk menghasilakn ilmu.
2. Disunnahkan meminjamkan kitab kepada orang yang tidak memberikan bahaya atasnya dari orang yang tidak medapat bahaya dari kitab itu.tidak boleh membenarkannya tanpa seijin pemiliknya, jangan menulis sesuatu dalam kitab kecuali dengan seijinnya, dan jangan meminjamkannya kepada orang lain, dan jangan meletakkan pulpen atau lainnya diatasnya.
3. Jika menulis dari kitab atau membacanya maka janganlah meletakkannya diatas bumi dengan di buka.
4. Jika meminjamkan kitab atau membelinya maka periksalah awal, akhir dan tengahnya dan mengurutkan bab-babnya, korasannya dan menempelkan kertas-kertasnya
5. Jika menulis sesuatu dari kitab-kitab Ilmu Syari'at maka sebaiknya dalam keadaan suci menghadap qiblat, suci badan dan pakaian dan setiap memulai tulisan dengan Bismillahirrokhmanirrokhim, jika kitab itu diawali dengan khotbah yang mengandung pujian kepada Allah dan sholawat kepada Nabi maka tulislah setelah basmalah, juga diakhir tulisan.
Alfaqih Abbullaits Assamarqondi : Jika Muallim atau guru ingin mendapatkan pahala dan amalnya seperti amalnya para Nabi maka ia harus menetapi 5 perkara :
1. Jangan menyaratkan ujroh (ongkos) maka setiap orang yang memberi maka terimalah dan jika tidak memberinya maka tinggalkanlah, jika menyaratkannya atas belajar huruf hijaiyyah, menulis, dan menjaga anak-anak maka boleh meminta ongkos.
2. Selalu mempunyai wudlu sebab ia memegang mushaf setiap waktu dan setiap saat.
3. Memberi nasehat dalam mengajarnya dan konsentrasi penuh dalam menghadapi masalahnya (mengajar).
4. Berlaku 'adil antara anak-anak jika ada pertengkaran dan menginsafkan sebaian yang satu dengan sebagian yang lain, jangan cenderung pada anak orang kaya tidak pada anak orang miskin.
5. Jangan memukul anak dengan pukulan yang menyakitkan dan jangan melewati batas maka sesungguhnya itu akan dihisab pada hari qiyamat nanti.
Keutamaan Muallim
Zaid bin Aslam meriwayatkan dari bapaknya dari sahabat Rosulillah Saw bersabda : hamba yang paling disenangi oleh Alloh setelah para Nabi dan syuhada(orang yang mati dalam medan perang) adalah para Mu'allim, tidak ada dari sebidang tanah yang ada dibumi yang lebih disenangi oleh Alloh setelah masjid dari tanah yang didalamnya dibacakan kitab. Dikatakan : sesungguhnya Anak-Anak jika memasuki kitab dan belajar basmalah maka dengan basmalah tadi Alloh mengampuni tiga orang : bapanya, ibunya dan gurunya.
Abu Sa'id Alkhudri berkata : barang siapa mengajarkan anaknya (laki-laki atau perempuannya) sesuatu dari Alquran maka baginya setiap dirham yang ia berikan kepada muallim mendapat imbalan seberat gunung Uhud, jika anak keluar dari rumahnya menuju mengaji kitab Alquran maka banyak kebaikan dirumah kedua orang tuanya dan sedikit kejelekan dirumahnya, dan setan lari dari rumah orang tuanya.
Hasan al-Bashri bersabda : barang siapa mengajarkan anaknya Al-quran maka Alloh pada hari qiyamat memakaikan tiga perhiasan dari perhiasan-perhiasan surga. Satu perhiasan darinya lebih baik dari dunia dan sesuatu yang ada didalamnya sedangkan manusia dalam keadaan telanjang kemudian setiap huruf dari kitab Allah it mandapat satu derajat.
Peringatan bagi Mu'allim
Hubaib bin Abi tsabit berkata : Para muallim lahir dengan bintang raja mereka akan dihisab sebagaimana hisabnya raja. Dari 'Ikrimah dari Ibnu Abbas ra. Sesungguhnya beliau bersabda : Muallim (guru) anak-anak kamu sekalian itu orang yang paling jelek di hadapan Alloh yaitu mu’allim yang paling sedikit kasih sayang kepada anak yatim dan paling memberatkan kepada orang miskin. Sebagian shohabat mengatakan : Tiga orang tidak dilihat oleh Alloh pada hari qiyamat : muallim kitab (quran) yang memaksa anak yatim untuk membayar sedang ia tidak mampu, orang yang berteman dengan raja yang bicara dengan hawa nafsunya, orang yang meminta kepada seseorang sedang ia mampu (kaya).
نفعنا الله بهذه العلوم فى الدارين آمين وصلى الله على سيدنامحمد وعلى أله وصحبه وسلم
Daftar Isi
PEMBUKAAN hal : 1
ADAB BERTEMAN DENGAN ALLAH hal :1
ADAB ANAK KEPADA KEDUA ORANG TUANYA hal 1
BERTEMAN DAN BERSAHABAT hal : 2
ADAB BERTEMAN hal : 2
ADAB BERTEMAN DENGAN ORANG AWAM (BODO) hal : 2
ADAB PELAJAR PADA DIRINYA hal : 3
ADAB PELAJAR KEPADA GURUNYA hal : 3
ADAB PELAJAR KEPADA GURUNYA hal : 4
ADAB PELAJAR TERHADAP PELAJARANNYA hal : 4
ADAB PELAJAR Menurut kitab Bustanul'arifin hal : 5
ADAB GURU hal : 7
ADAB GURU TERHADAP DIRINYA hal : 7
ADAB GURU TERHADAP MURIDNYA hal : 9
ADAB GURU TERHADAP PELAJARANNYA hal : 10
Muallim Mendapat Pahala Seperti Pahala Para Nabi hal : 11
KEUTAMAAN MUALLIM hal : 11
PERINGATAN BAGI MU'ALLIM hal : 11
terimakasih wahai saudaraku , semoga gusti allah menunjukkan jalan kepada kita amin amin
BalasHapus